Updatekno.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif dengan ditutup menguat 0,46% atau 27,38 poin ke level 6.036,89 pada perdagangan Jumat (2/10/2026). Meskipun indeks berhasil berakhir di zona hijau, aktivitas pasar diwarnai dengan aksi jual masif oleh investor asing yang mencatatkan penjualan bersih atau net sell mencapai Rp1,27 triliun di seluruh pasar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pergerakan indeks sepanjang hari perdagangan berlangsung fluktuatif. IHSG sempat dibuka pada level 6.018,08 dan sempat menyentuh level tertinggi di posisi 6.053,23. Namun, tekanan jual sempat membawa indeks merosot hingga ke level terendah di angka 5.979,98 sebelum akhirnya berhasil bangkit dan menetap di zona penguatan pada penutupan sesi.

Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa penguatan IHSG didorong oleh aksi beli pada 319 saham, sementara 337 saham lainnya mengalami pelemahan dan 134 saham tercatat stagnan. Secara keseluruhan, total volume transaksi mencapai 121,54 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,26 triliun yang melibatkan frekuensi sebanyak 1,62 juta kali transaksi. Sektor-sektor utama yang menjadi penopang utama kenaikan indeks hari itu meliputi sektor energi, konsumer primer, teknologi, dan finansial.

Di balik penguatan indeks, investor asing terpantau melakukan aksi lepas muatan dengan total penjualan bersih Rp1,27 triliun di seluruh pasar. Perincian data menunjukkan bahwa di pasar reguler, asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,31 triliun. Namun, di pasar negosiasi dan tunai, investor asing justru melakukan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp32,82 miliar, yang sedikit meredam tekanan jual secara agregat.

Jika melihat komposisi nilai transaksi, total pembelian oleh investor asing tercatat sebesar Rp4,26 triliun, sementara nilai penjualannya mencapai Rp5,53 triliun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan investor domestik yang mendominasi sisi beli dengan total pembelian Rp8,00 triliun dan nilai penjualan sebesar Rp6,73 triliun. Dominasi investor domestik inilah yang menjadi salah satu faktor utama penopang ketahanan indeks terhadap tekanan arus modal keluar dari investor asing.

Meskipun secara keseluruhan terjadi aksi jual bersih, investor asing masih menunjukkan minat pada sejumlah saham tertentu. Berdasarkan data transaksi, sepuluh saham yang paling banyak diborong oleh asing pada perdagangan tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai Rp44,19 miliar, disusul PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp29,57 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp29,13 miliar.

Daftar saham yang masih menjadi sasaran beli investor asing juga mencakup PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp18,06 miliar, PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) senilai Rp16,14 miliar, serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp14,59 miliar. Selain itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga masuk dalam jajaran saham dengan nilai beli bersih asing tertinggi pada hari tersebut.