Updatekno.id — Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan pesan penting bagi seluruh personel kepolisian saat bertindak sebagai khatib di Masjid Al-Ikhlas, Mabes Polri, Jakarta. Dalam khotbahnya, ia menekankan agar setiap anggota Polri menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, senantiasa menjaga kerendahan hati, dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa bersikap sombong.
Kehadiran Kapolri di mimbar masjid ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk pemerhati hukum kepolisian. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya nyata untuk menunjukkan ketauladanan seorang pimpinan kepada bawahannya, sekaligus mempererat hubungan emosional antara institusi kepolisian dengan masyarakat luas.
“Langkah tersebut menjadi contoh positif bagi jajaran kepolisian untuk semakin dekat dengan masyarakat. Kita berharap anggota Polri yang hadir di masjid dan tempat ibadah lainnya akan terus memberikan keteladanan dan kepemimpinan untuk masyarakat,” tegas Edi Saputra Hasibuan, pemerhati hukum kepolisian.
Direktur Eksekutif Lemkapi tersebut menambahkan bahwa kehadiran aparat di tengah-tengah kegiatan keagamaan merupakan bentuk kepedulian nyata yang dapat membangun citra positif. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap Polri akan meningkat jika personel di lapangan mampu menunjukkan perilaku humanis, tidak arogan, serta memiliki ketulusan dalam mengayomi warga. Kehadiran para pimpinan Polri di tempat ibadah diharapkan dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut untuk menjaga harmonisasi di tengah masyarakat.
Edi Saputra Hasibuan menuturkan bahwa sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh pimpinan akan menjadi standar perilaku bagi anggota di berbagai tingkatan. Dengan meneladani sikap tersebut, diharapkan seluruh anggota kepolisian dapat lebih peka terhadap dinamika sosial yang terjadi di lingkungan masing-masing. Hal ini dianggap krusial dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif melalui pendekatan persuasif dan dialogis.
Lebih lanjut, upaya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan ibadah ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperbaiki kepercayaan publik. Polri dituntut untuk selalu hadir sebagai pelindung dan pengayom yang tidak berjarak dengan masyarakat. Setiap anggota Polri diingatkan agar tidak merasa lebih tinggi dari rakyat yang dilayani, melainkan memposisikan diri sebagai mitra yang siap membantu kapan pun dibutuhkan.
Kehadiran Kapolri sebagai khatib di Masjid Al-Ikhlas ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah pesan moral bagi seluruh jajaran Polri di tingkat Mabes hingga ke daerah. Penekanan pada sikap humanis dan menjauhi perilaku arogan merupakan inti dari transformasi kepolisian yang lebih baik. Harapannya, pesan ini dapat diimplementasikan dalam keseharian tugas anggota di lapangan, sehingga tercipta hubungan yang lebih harmonis antara polisi dan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

