Updatekno.id — Sebuah musibah kebakaran melanda rumah kontrakan petakan di kawasan Jalan Pelajar, Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat (2/10) sekitar pukul 14.01 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan seorang balita kembar berusia empat tahun meninggal dunia, sementara saudara kembarnya berhasil diselamatkan dari kepungan api. Kejadian berlangsung cepat saat rumah dalam kondisi terkunci dan ditinggal oleh kedua orang tuanya yang sedang bekerja.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Petugas pemadam kebakaran dari Sektor Cakung segera merespons laporan warga dengan menerjunkan tujuh unit mobil pemadam serta 35 personel ke lokasi kejadian. Berkat kesigapan petugas, api berhasil dilokalisasi dalam waktu sepuluh menit dan pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 15.05 WIB. Meskipun api telah padam, dampak kerusakan pada bangunan kontrakan dan tiga rumah di sekitarnya cukup parah, meninggalkan sisa-sisa material yang hangus terbakar.

Ketua RT setempat, Marzuki, menuturkan bahwa saat kebakaran terjadi, ketiga anak penghuni rumah tersebut, yakni balita kembar dan kakak mereka yang berusia 12 tahun, sedang beristirahat di dalam rumah. Kepanikan warga pecah ketika sang kakak berteriak meminta tolong setelah menyadari adanya kobaran api. Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berinisiatif membongkar pintu rumah yang terkunci dari dalam guna mengevakuasi para penghuni.

“Pintu dikunci dari dalam karena sedang istirahat, lalu warga membongkar pintu tersebut untuk mengevakuasi kakak korban yang berhasil selamat,” ujar Marzuki.

Dalam situasi darurat tersebut, warga awalnya hanya berhasil menyelamatkan sang kakak dan satu balita kembar perempuan. Karena kepanikan yang luar biasa, keberadaan satu balita kembar lainnya sempat tidak disadari hingga akhirnya petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Upaya penyelamatan sempat terhambat oleh besarnya kobaran api dan hawa panas yang menyebabkan sebagian struktur atap rumah runtuh sebelum akhirnya jasad balita laki-laki tersebut ditemukan di dekat kamar.

Dugaan awal penyebab kebakaran mengerucut pada adanya korsleting arus pendek listrik. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari kakak korban, percikan api pertama kali terlihat muncul dari area colokan listrik yang terhubung dengan kulkas. Kondisi rumah yang terkunci rapat serta banyaknya material mudah terbakar di dalam kontrakan petakan tersebut membuat api dengan cepat merembet ke bagian bangunan lainnya.

Orang tua korban yang sedang bekerja segera kembali ke lokasi begitu menerima kabar musibah tersebut. Sang ayah sempat berupaya menerobos masuk ke dalam rumah untuk mencari anaknya, namun warga segera menahannya demi alasan keselamatan mengingat kondisi bangunan yang sangat tidak stabil. Hingga kini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban yang harus kehilangan salah satu buah hatinya secara tragis. Sehari setelah kejadian, kondisi fisik rumah korban terlihat sangat memprihatinkan dengan tembok yang menghitam dan barang-barang milik keluarga yang meleleh terbakar. Mainan dan perlengkapan rumah tangga tampak berserakan sisa-sisa yang tertinggal di antara puing-puing bangunan yang kini tak lagi dapat dihuni.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi warga akan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di lingkungan rumah tinggal. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa peralatan elektronik dan memastikan instalasi kabel dalam kondisi baik guna meminimalisir risiko kebakaran di pemukiman padat penduduk. Fokus utama penanganan saat ini masih tertuju pada pendampingan keluarga korban yang sedang berduka serta pembersihan puing di area sekitar lokasi kebakaran.