Updatekno.id — Tim nasional Korea Selatan U-23 berhasil mengamankan medali emas Asian Games 2026 setelah menundukkan rival sengit mereka, Jepang U-23, dengan skor tipis 1-0. Pertandingan perebutan tempat tertinggi yang berlangsung di Stadion Toyota pada Sabtu (3/10) tersebut berjalan dengan tensi sangat tinggi sejak menit awal hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kemenangan krusial ini sekaligus memastikan dominasi tim berjuluk Ksatria Taeguk di kancah sepak bola Asia. Hasil positif di Stadion Toyota ini menandai keberhasilan Korea Selatan dalam mempertahankan gelar juara bertahan, sekaligus meraih medali emas untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang multi-cabang terbesar se-Asia tersebut sejak edisi 2018 di Jakarta.

Sejak sepak mula ditiupkan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka dan keras. Ketatnya tensi pertandingan tergambar dari tingginya intensitas pelanggaran yang dilakukan oleh para pemain dari kedua kesebelasan guna menghentikan aliran serangan cepat lawan. Jepang, yang bertindak sebagai tuan rumah, langsung mengambil inisiatif menyerang untuk mencuri keunggulan lebih awal.

Peluang pertama Jepang lahir pada menit kedua melalui pergerakan Yudai Simmamoto, namun upayanya tersebut kandas setelah wasit menyatakan dirinya berada dalam posisi offside. Tim Samurai Biru kembali memberikan ancaman nyata pada menit kesembilan lewat sepakan keras Tariqkanihayato Okabe, tetapi bola masih menyamping tipis di sisi gawang Korea Selatan yang dikawal ketat.

Gempuran bertubi-tubi dari barisan penyerang Jepang terus memaksa lini belakang Korea Selatan bekerja ekstra keras. Pada menit ke-17, sebuah peluang emas Jepang berhasil digagalkan berkat aksi penyelamatan gemilang dari Bae Junho yang melakukan blok krusial di dalam kotak penalti. Upaya blok tersebut mementahkan peluang emas yang hampir saja mengubah papan skor untuk keunggulan Jepang.

Dominasi permainan di babak pertama praktis dikuasai oleh Jepang yang terus mengurung pertahanan Korea Selatan. Mendekati akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-39, Yuya Fukunaga mencoba memecah kebuntuan dengan melepaskan tembakan spekulasi, namun arah bola masih belum menemui sasaran. Skor kacamata alias 0-0 pun bertahan hingga kedua tim turun minum ke ruang ganti.

Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan tidak mengalami banyak perubahan dengan tensi yang tetap tinggi. Jepang kembali menggebrak pada menit ke-48 lewat aksi individu Yuya Fukunaga yang melepaskan tembakan terarah, namun dewi fortuna belum berpihak karena bola kembali meleset dari gawang lawan.

Tidak lama setelah peluang Fukunaga, giliran Mihiro Sato yang ikut meneror pertahanan ketat Korea Selatan. Sato melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, namun penyelesaian akhirnya masih belum akurat dan gagal menemui sasaran gawang Korea Selatan yang dijaga dengan sangat disiplin oleh barisan pertahanan mereka.

Keasyikan menyerang justru menjadi petaka bagi skuad Jepang pada menit ke-61 ketika gawang mereka kebobolan melalui skema serangan balik cepat Korea Selatan yang berujung gol kapten Bae Junho. Gol pemecah kebuntuan ini berawal dari kesalahan fatal atau blunder bek Jepang, Mihiro Sato, yang terlalu lama menguasai bola di area pertahanan sendiri.

Bola yang lepas dari kaki Sato langsung direbut dengan sigap oleh Yang Minhyok yang kemudian bergerak melebar ke sisi kanan lapangan. Minhyok mengirimkan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh penjaga gawang Jepang, Rui Araki. Bola liar kemudian jatuh ke penguasaan Eom Ji Sung.

Setelah dengan tenang mengecoh satu pemain bertahan Jepang yang mencoba menutup ruang tembak, Eom Ji Sung langsung melepaskan sepakan mendatar dengan kaki kirinya. Bola meluncur deras tanpa mampu dijangkau oleh kiper lawan dan bersarang di sudut gawang Jepang, mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan Korea Selatan.

Tertinggal satu gol memaksa Jepang keluar menyerang lebih frontal guna menyamakan kedudukan. Pada menit ke-70, Jepang hampir saja menyamakan skor andai tembakan keras Yuto Ozeki tidak digagalkan oleh aksi penyelamatan gemilang kiper Korea Selatan, Kim Joonhong, yang tampil sangat impresif di bawah mistar gawang sepanjang laga berlangsung.

Kim Joonhong kembali menjadi pahlawan pertahanan Korea Selatan dua menit berselang, tepatnya pada menit ke-72. Penjaga gawang tangguh tersebut kembali memperlihatkan refleks luar biasa dengan mementahkan tembakan jarak dekat yang dilepaskan oleh penyerang Jepang, Yumeki Yokoyama, sehingga gawangnya tetap aman dari kebobolan.

Kesempatan emas terakhir bagi Jepang untuk menyamakan kedudukan datang pada menit ke-79. Melalui skema serangan rapi, Ishi Hisatsugu berhasil melepaskan tembakan keras yang sayangnya hanya membentur tiang gawang Korea Selatan, membuat publik tuan rumah harus gigit jari karena kegagalan tersebut.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan babak kedua, tidak ada tambahan gol yang tercipta dari kedua kesebelasan. Skor tipis 1-0 bertahan untuk kemenangan Korea Selatan yang berhak membawa pulang medali emas Asian Games 2026, sekaligus mempertahankan tradisi juara mereka di kancah sepak bola Asia.