Updatekno.id — Kondisi Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengalami penyusutan debit air yang signifikan akibat fenomena musim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut. Pantauan di lapangan pada Kamis (1/10/2026) menunjukkan dasar waduk yang sebelumnya terendam air kini berubah menjadi hamparan daratan tandus dengan ranting-ranting pohon kering yang mulai bermunculan ke permukaan.
Badan Informasi Geospasial (BIG) mencatat adanya perubahan drastis pada tutupan genangan air di kawasan waduk tersebut. Berdasarkan data pemantauan, area yang sebelumnya tertutup air kini terbuka hingga mencapai luasan 260,01 hektare pada September 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan luasan lahan kering yang cukup tajam dibandingkan dengan kondisi pada bulan-bulan sebelumnya.
Secara rinci, luasan area yang berubah dari kondisi tergenang menjadi daratan terbuka tercatat mencapai 138,3 hektare pada Juli 2026. Angka tersebut terus merangkak naik menjadi 252,3 hektare pada Agustus, sebelum akhirnya mencapai puncak penyusutan sebesar 260,01 hektare pada September 2026. Proses pengeringan ini memicu munculnya kembali sisa-sisa puing bangunan rumah warga yang sempat terendam saat pembangunan waduk dilakukan.
Selain menyisakan puing bangunan, surutnya air waduk juga menampakkan kembali lokasi makam bersejarah, yakni makam Prabu Guru Aji Putih dan istrinya, Ratna Inten, yang terletak di Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja. Kawasan makam ini merupakan salah satu titik yang terdampak sejak awal pembangunan Waduk Jatigede, bersama dengan sejumlah permukiman warga lainnya yang telah direlokasi.
Di area waduk yang mengering tersebut, tampak warga melintas di antara sisa-sisa reruntuhan bangunan yang kembali muncul ke permukaan tanah. Beberapa anak-anak juga terlihat memanfaatkan area dasar waduk yang kini berubah menjadi daratan terbuka sebagai tempat bermain di tengah kondisi lingkungan yang tandus akibat kurangnya curah hujan.
Dampak kekeringan ini tidak hanya memengaruhi lanskap fisik waduk, tetapi juga memisahkan beberapa akses antarwilayah yang sebelumnya tertutup genangan air. Fenomena surutnya air waduk Jatigede menjadi gambaran nyata dari tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat sekitar selama puncak musim kemarau, di mana cadangan air permukaan mengalami penurunan drastis secara berkelanjutan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.


