Updatekno.id — Empat warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan anak buah kapal (ABK) MT Honour-25 akhirnya tiba di tanah air pada Selasa (6/10/2026) malam. Mereka mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 18.42 WIB setelah sempat menjalani masa penyanderaan selama hampir enam bulan oleh kelompok perompak di perairan Somalia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Duta Besar RI untuk Kenya, Witjaksono Adji, yang mendampingi proses kepulangan mereka menyatakan bahwa kondisi fisik dan psikologis para WNI tersebut sangat memprihatinkan. Selama berada dalam tawanan sejak 21 April 2026, para awak kapal tersebut kerap menghadapi ancaman pembunuhan secara langsung. Mereka bahkan sempat diikat dengan ancaman eksekusi sebelum akhirnya berhasil dibebaskan melalui operasi penyelamatan pada 29 September 2026.

“Memang kondisinya sangat-sangat memprihatinkan. Ancaman terhadap keselamatan para awak itu nyata. Berkali-kali mereka terancam peluru, bahkan sempat diikat untuk dieksekusi, tapi somehow seluruh awak kita berhasil lolos,” ungkap Duta Besar RI untuk Kenya, Witjaksono Adji.

Salah satu WNI yang menjadi korban, Fiki Mutakin, sempat mengalami cedera akibat tindakan kekerasan perompak. Insiden itu bermula saat Fiki diminta melepaskan diri dari ikatan untuk membantu para pembajak mengoperasikan crane dan menurunkan sekoci kapal. Namun, situasi memanas ketika perompak lain merasa tidak puas dan melepaskan tembakan ke arah Fiki, yang kemudian mengenai kakinya. Demi menyelamatkan diri dari ancaman lebih lanjut, Fiki memilih untuk berpura-pura mati dan tidak bergerak hingga situasi mereda.

Witjaksono menambahkan bahwa di tengah kejamnya perlakuan kelompok tersebut, terdapat beberapa perompak yang menunjukkan sikap simpatik kepada para sandera. Bahkan, ada perompak yang memberikan selimut kepada Fiki setelah mengetahui ia tertembak, sebagai bentuk empati karena mereka telah hidup bersama selama enam bulan di dalam kapal. Hal ini menunjukkan dinamika kompleks yang terjadi di dalam kelompok penyandera selama masa penahanan berlangsung.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan negosiasi resmi maupun memenuhi tuntutan tebusan apa pun yang diminta oleh para perompak. Kebijakan ini diambil sebagai prinsip utama pemerintah untuk tidak memberikan ruang bagi aksi kriminalitas internasional yang melibatkan warga negara Indonesia. Fokus utama pemerintah selama ini adalah memastikan keselamatan para sandera hingga akhirnya operasi penyelamatan dapat dilaksanakan dengan sukses.

Suasana haru menyambut kedatangan keempat WNI tersebut di Bandara Soekarno-Hatta. Keluarga yang telah lama menanti tampak emosional, memeluk erat para ABK yang baru saja terlepas dari ancaman maut. Salah satu anggota keluarga bahkan jatuh pingsan akibat rasa syukur dan haru yang mendalam. Selain itu, terlihat salah satu WNI yang dipulangkan harus menggunakan kursi roda sebagai dampak dari cedera yang dialaminya selama masa penyanderaan.

Kapal MT Honour-25 yang disandera di perairan dekat Hafun, Somalia, tercatat membawa 17 orang awak kapal, termasuk empat WNI tersebut. Para WNI yang berhasil pulang dengan selamat adalah Ashari Samadikun asal Kabupaten Gowa yang bertindak sebagai kapten kapal, Adi Faizal asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto asal Pemalang, serta Fiki Mutakin asal Bogor. Kini, keempatnya akan menjalani proses pemulihan lebih lanjut sebelum kembali ke keluarga masing-masing di daerah asal.