Updatekno.id — Pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP, David Almansa, sukses merebut kemenangan gemilang dalam balapan Moto3 Jepang 2026 yang berlangsung di Sirkuit Motegi pada Minggu (4/10/2026). Memulai balapan dari posisi terdepan setelah mengamankan pole position, pembalap asal Spanyol tersebut tampil dominan sepanjang balapan dan menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu dramatis 32 menit 45,544 detik. Kemenangan ini sekaligus memanaskan persaingan di papan atas klasemen sementara menjelang seri berikutnya di Asia Tenggara.
Pertarungan sengit terjadi hingga lap terakhir antara David Almansa dan Maximo Quiles. Pembalap CFMoto Gaviota Aspar, Maximo Quiles, harus puas menempati podium kedua setelah finis dengan selisih sangat tipis, yakni hanya terpaut 0,046 detik di belakang Almansa. Quiles telah berupaya keras melakukan manuver menyalip di tikungan terakhir menjelang garis finis, namun pertahanan kokoh Almansa membuatnya gagal merebut posisi terdepan di saat-saat krusial.
Melengkapi podium ketiga di Sirkuit Motegi adalah Alvaro Carpe yang finis dengan jarak 2,738 detik dari sang pemenang balapan. Sementara itu, posisi keempat ditempati oleh Brian Uriarte yang menunjukkan penampilan luar biasa setelah sempat dijatuhi hukuman penalti putaran panjang ganda atau double long lap penalty. Meskipun harus kehilangan banyak waktu akibat hukuman tersebut, Uriarte mampu bangkit dan melewati pembalap lainnya sebelum Rico Salmela mengamankan posisi kelima untuk mengunci zona lima besar.
Di sisi lain, sorotan juga tertuju pada pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, yang menunjukkan perjuangan pantang menyerah. Memulai jalannya balapan dari posisi ke-16, Veda perlahan tapi pasti merangkak naik melewati rival-rivalnya hingga akhirnya berhasil menyentuh garis finis di posisi ke-11. Hasil ini terbilang sangat positif mengingat ketatnya persaingan di sirkuit legendaris Jepang tersebut dan modal penting bagi dirinya sebelum tampil di balapan kandang.
Keberhasilan Veda Ega Pratama finis di posisi ke-11 juga memberikan keuntungan psikologis tersendiri karena ia berhasil mengungguli rival terdekatnya asal Malaysia, Hakim Danish. Danish yang juga bertarung ketat di barisan tengah harus puas menyelesaikan balapan tepat satu posisi di bawah Veda, yakni di urutan ke-12. Hasil balapan di Motegi ini membuat persaingan antara kedua pembalap muda berbakat asal Asia Tenggara tersebut menjadi semakin sengit dan menarik untuk disimak.
Dengan tambahan poin dari GP Jepang, Maximo Quiles masih kokoh memimpin klasemen sementara pembalap Moto3 2026 dengan perolehan 326 poin. Kendati demikian, kegagalannya meraih kemenangan di Motegi membuat Quiles harus menunda pesta perayaan gelar juara dunianya yang semula diprediksi bisa dikunci di Jepang. Quiles kini harus mengalihkan fokusnya untuk mengamankan gelar juara dunia pada seri balapan berikutnya yang akan digelar di Indonesia.
Peringkat kedua klasemen sementara kini ditempati oleh David Almansa dengan koleksi 199 poin setelah mendapat tambahan poin penuh dari kemenangan krusialnya. Almansa dibuntuti oleh Alvaro Carpe di posisi ketiga dengan raihan 191 poin, serta Brian Uriarte di posisi keempat dengan mengantongi 187 poin. Melengkapi posisi lima besar klasemen sementara adalah Marco Morelli yang mengoleksi total 146 poin hingga seri Jepang berakhir.
Persaingan yang tidak kalah menarik terjadi di luar posisi lima besar, khususnya antara Hakim Danish dan Veda Ega Pratama. Keduanya saat ini sama-sama mengemas 105 poin di papan klasemen sementara Moto3 2026, dengan Danish berada di peringkat ketujuh dan Veda menempel ketat di peringkat delapan. Veda berhasil memangkas jarak dan menyamai perolehan poin Danish setelah sempat tertinggal pada beberapa seri balapan sebelumnya akibat kendala teknis dan dinamika balapan yang tidak menentu.
Setelah menyelesaikan balapan di Jepang, para pembalap kini langsung bersiap untuk menghadapi seri Moto3 berikutnya yang akan diselenggarakan di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada pekan depan. Balapan di Indonesia ini dipastikan akan berlangsung sangat panas karena menjadi kesempatan emas bagi Maximo Quiles untuk mengunci gelar juara dunia musim ini secara matematis jika mampu meraih hasil maksimal.
Bagi publik tuan rumah Indonesia, GP Mandalika akan menjadi panggung pembuktian bagi Veda Ega Pratama yang akan tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia diharapkan mampu memotivasi Veda untuk tampil maksimal sekaligus membuka peluang besar baginya untuk menggeser posisi Hakim Danish di klasemen sementara. Pertarungan kedua pembalap ini diprediksi akan menjadi salah satu tontonan paling dinanti oleh para penggemar balap motor di tanah air.


