Updatekno.id — Timnas Indonesia resmi menobatkan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2. Pertandingan final yang berlangsung sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10/2026), berakhir imbang 2-2 selama 120 menit waktu normal dan perpanjangan waktu.
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, muncul sebagai sosok pahlawan dalam laga tersebut setelah berhasil menggagalkan eksekusi penalti Nattapong Sayriya. Selain itu, kegagalan pemain Thailand lainnya, Sarach Yooyen, yang tendangannya membentur tiang gawang, semakin memuluskan jalan Indonesia meraih gelar bergengsi tersebut.
Empat eksekutor Timnas Indonesia yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Skuad Garuda selama 35 tahun untuk meraih trofi di level senior, mengingat gelar terakhir yang diraih Indonesia adalah medali emas SEA Games 1991.
“Kami memutuskan untuk tak menyerah, kami terus percaya sampai akhir, ini semua sangat berarti bagi kami dan kita berhasil membuat sejarah,” tutur Emil Audero.
Penampilan Emil Audero sepanjang turnamen mendapatkan apresiasi tinggi dari klub asalnya, Rayo Vallecano. Melalui unggahan di media sosial resmi, klub La Liga tersebut memberikan ucapan selamat kepada kiper mereka atas keberhasilan mengantar negaranya menjadi juara Piala ASEAN FIFA.
Jalannya pertandingan final berlangsung cukup alot sejak menit pertama. Timnas Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah sempat menekan lewat serangan yang dibangun Ole Romeny dan Mitchell Baker, namun pertahanan Thailand yang digalang dengan disiplin mampu menahan serangan tersebut hingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata.
Kebuntuan baru terpecah pada menit ke-84 melalui tendangan bebas Dean James yang membentur pemain Thailand, Iklas Sanron, hingga mengubah arah bola ke dalam gawang. Namun, Iklas Sanron membayar kesalahannya dengan mencetak gol balasan hanya tiga menit berselang, sehingga laga berlanjut ke babak tambahan.
Pada babak perpanjangan waktu, Thailand sempat berbalik unggul 2-1 lewat gol Peeradol Chamratsamee pada menit ke-111. Beruntung, Elkan Baggott mampu mencetak gol penyeimbang pada menit ke-116 yang memaksa pertandingan diselesaikan melalui adu penalti yang akhirnya dimenangkan oleh Skuad Garuda.
Selain partai puncak, turnamen ini juga menempatkan Malaysia sebagai peringkat ketiga. Harimau Malaya berhasil meraih posisi tersebut setelah menundukkan Vietnam dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Fergus Tierney pada menit ke-62. Pertandingan perebutan posisi ketiga ini juga digelar di lokasi yang sama sebelum partai final dimulai.
Bagi publik sepak bola tanah air, kemenangan ini menjadi momen bersejarah yang emosional. Dukungan dari 70.000 suporter yang memadati SUGBK sepanjang laga memberikan dorongan semangat luar biasa bagi anak asuh John Herdman untuk terus berjuang meski sempat tertinggal di babak perpanjangan waktu.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola nasional di kancah regional maupun internasional. Konsistensi permainan yang ditunjukkan sepanjang turnamen, terutama ketenangan pemain di bawah tekanan saat adu penalti, menunjukkan kematangan karakter yang dimiliki skuad Indonesia saat ini.
Pemerintah dan berbagai pihak juga turut memberikan apresiasi atas capaian prestasi ini. Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kado manis bagi pencinta sepak bola Indonesia yang telah lama mendambakan trofi juara di level senior setelah menunggu selama lebih dari tiga dekade lamanya.


