Updatekno.id — Tensi panas antara tim nasional sepak bola Indonesia dan Malaysia kembali mencuat ke permukaan publik meski kedua kesebelasan tidak sedang berhadapan secara langsung dalam waktu dekat. Perang urat saraf ini melibatkan tokoh penting, termasuk Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang diduga melontarkan sindiran tajam kepada skuad Garuda menjelang laga perebutan tempat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026.
Dugaan sindiran tersebut muncul melalui unggahan di akun Instagram resmi Anwar Ibrahim saat ia memberikan dukungan moral kepada tim nasional Malaysia yang akan menghadapi Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Dalam pernyataannya, Anwar Ibrahim memberikan motivasi agar para pemain Harimau Malaya berjuang keras demi kehormatan lambang di dada, namun ia juga menyisipkan komentar yang dinilai menyinggung pertandingan Indonesia sebelumnya.
“Semoga pertandingan ini tidak memerlukan perpanjangan waktu yang panjang,” ujar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Pernyataan tersebut merujuk pada pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Bangladesh yang berlangsung beberapa hari sebelumnya. Dalam laga krusial tersebut, Indonesia berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 9-2, yang sekaligus memastikan langkah Malaysia terhenti dan gagal melaju ke babak final turnamen. Publik sepak bola di Malaysia menyoroti durasi tambahan waktu yang diberikan wasit pada laga itu karena dianggap menguntungkan pihak Indonesia.
Situasi ini memicu reaksi keras dari Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang segera melayangkan protes resmi kepada pihak penyelenggara, FIFA. Protes tersebut didasarkan pada perubahan mendadak durasi waktu tambahan yang semula direncanakan selama dua menit, namun secara tiba-tiba diperpanjang menjadi tujuh menit di tengah berjalannya pertandingan. FAM menekankan bahwa manajemen waktu yang akurat merupakan aspek fundamental dalam menjaga integritas kompetisi olahraga internasional.
Surat resmi yang dikirimkan FAM kepada FIFA pada Jumat, 2 Oktober 2026, bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait prosedur penyesuaian durasi waktu oleh perangkat pertandingan. Pihak Malaysia menegaskan bahwa langkah diplomasi olahraga ini bukanlah upaya untuk membatalkan hasil pertandingan atau mempertanyakan kualitas permainan tim lawan. Mereka menyatakan hanya ingin memastikan adanya transparansi dan konsistensi dalam penerapan aturan permainan yang adil bagi seluruh kontestan di Grup A.
Kemenangan besar Indonesia atas Bangladesh memang menjadi momen krusial yang menentukan posisi akhir klasemen Grup A. Dua gol tambahan yang tercipta pada menit ke-96 dan ke-97 dalam laga tersebut menjadi penentu utama Indonesia mengungguli Malaysia dan berhak melaju ke partai final. Kondisi ini membuat poin mengenai manajemen waktu pertandingan menjadi perdebatan hangat di kalangan pengamat sepak bola kawasan Asia Tenggara sepanjang turnamen berlangsung.
Di sisi lain, dukungan Anwar Ibrahim terhadap skuad Harimau Malaya tetap menjadi pusat perhatian masyarakat Malaysia. Meskipun terdapat sentimen mengenai insiden perpanjangan waktu, pemerintah Malaysia terus memberikan dorongan bagi para pemainnya untuk tampil maksimal dalam laga perebutan tempat ketiga melawan Vietnam. Harapan untuk meraih hasil positif di Jakarta tetap menjadi prioritas utama bagi delegasi sepak bola Malaysia demi menutup turnamen dengan catatan yang baik.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari otoritas sepak bola Indonesia maupun FIFA terkait protes yang diajukan oleh FAM tersebut. Fokus pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pun tetap berlanjut dengan pengamanan ketat untuk memastikan seluruh rangkaian acara FIFA ASEAN Cup 2026 berjalan lancar hingga upacara penutupan. Persaingan antara Indonesia dan Malaysia di luar lapangan hijau diperkirakan masih akan terus menjadi sorotan di tengah memanasnya dinamika kompetisi sepak bola regional tahun ini.

