Updatekno.id — Kapten tim nasional Malaysia, Dion Cools, dipastikan meninggalkan pemusatan latihan dan absen memperkuat skuadnya menjelang duel krusial perebutan tempat ketiga turnamen FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan yang mempertemukan Malaysia kontra Vietnam tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10). Kepergian bek tangguh tersebut dikonfirmasi berkaitan langsung dengan urusan keluarga mendesak yang harus diselesaikan sesegera mungkin.
Kabar kepergian pemain andalan ini tentu menjadi pukulan berat bagi kubu Harimau Malaya di tengah persiapan memburu peringkat ketiga turnamen. Cools selama ini memegang peran sentral, bukan hanya sebagai benteng kokoh di jantung pertahanan, melainkan juga figur pemimpin yang disegani di atas rumput hijau. Kendati demikian, pihak staf pelatih menghargai penuh situasi yang dihadapi sang pemain dan memprioritaskan kepentingan keluarga kaptennya.
“Dion memiliki urusan pribadi karena ada sesuatu yang butuh diselesaikan dengan segera. Kami sangat menghormati keputusan Dion dan tentu berharap yang terbaik untuk dirinya,” tutur pelatih timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe.
Tan Cheng Hoe secara terbuka tidak menampik bahwa ketiadaan Cools merupakan kehilangan besar untuk stabilitas permainan pasukannya. Pelatih kawakan tersebut memaparkan bahwa eksistensi Dion Cools senantiasa menghadirkan rasa tenang dan kenyamanan bagi rekan-rekan setimnya, terutama ketika tim sedang berada di bawah tekanan lawan dalam fase-fase genting pertandingan.
“Bukan hanya memimpin sebagai kapten, dia juga mengatur dan mengawal lini pertahanan dengan sangat luar biasa,” imbuh Tan Cheng Hoe.
Walaupun kehilangan sosok kunci, Tan tetap mengapresiasi kinerja kolektif anak-anak asuhnya sepanjang kejuaraan berlangsung. Menurutnya, penghargaan tertinggi layak disematkan kepada semua personel skuad yang telah berjuang keras memperlihatkan komitmen luar biasa di lapangan selama melakoni tiga laga penting di babak penyisihan.
Perjalanan Malaysia sepanjang turnamen memang terbilang sangat impresif di bawah kepemimpinan Dion Cools. Pasukan Harimau Malaya sukses menorehkan sembilan gol dan mempertahankan rekor nirbobol tanpa kebobolan satu gol pun dari tiga pertandingan yang dimainkan pada babak grup. Catatan solid tersebut menegaskan betapa disiplinnya organisasi pertahanan yang dipimpin Cools.
Kendati tampil dominan tanpa sekali pun kemasukan gol, Malaysia tetap harus menerima kenyataan pahit gagal melaju ke partai final. Harimau Malaya tersingkir dari perburuan tiket puncak akibat kalah dalam selisih produktivitas gol dari Timnas Indonesia yang berhak mengunci posisi teratas klasemen grup.
Konsekuensi dari hasil babak penyisihan tersebut memaksa Malaysia berhadapan dengan Vietnam untuk menentukan peraih posisi ketiga di SUGBK. Pertandingan pada Senin mendatang bakal menjadi ajang pembuktian kedalaman skuad Harimau Malaya dalam menjaga ketangguhan lini belakang kendati harus berjuang tanpa dipimpin sang kapten utama.

