Updatekno.id — Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyatakan apresiasinya atas keberhasilan kontingen Indonesia dalam melampaui target perolehan medali emas pada ajang Asian Games 2026 yang diselenggarakan di Aichi-Nagoya. Sepanjang penyelenggaraan multievent empat tahunan tersebut, atlet-atlet Merah Putih sukses mengumpulkan total lima medali emas dari berbagai cabang olahraga unggulan.
Capaian medali emas tersebut disumbangkan melalui penampilan gemilang tim bulu tangkis yang meraih dua emas dari nomor beregu putra serta ganda putra melalui pasangan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin. Selain itu, cabang angkat besi memberikan kontribusi melalui Rahmat Erwin Abdullah di kelas 75 kilogram putra, sementara panjat tebing menyumbang emas lewat Desak Made Rita Kusuma Dewi di nomor speed putri, dan panahan nomor compound dipersembahkan oleh Nurisa Dian Ashrifah.
“Ya, melebihi target. Dan saya senang medali-medali itu dikumpulkan dari cabang-cabang Olimpiade. Ada panahan, ada bulutangkis, angkat besi, lalu panjat tebing,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir.
Erick menegaskan bahwa keberhasilan meraih medali di cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah. Menurutnya, fokus pembinaan atlet harus terus ditingkatkan mengingat agenda olahraga internasional yang cukup padat di depan mata, termasuk SEA Games 2027 serta Olimpiade Los Angeles 2028.
Dalam upaya menjaga momentum prestasi tersebut, pihak Kemenpora telah menjadwalkan langkah percepatan persiapan atlet. Erick menyebutkan bahwa pihaknya akan segera melakukan refocusing program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembinaan atlet dalam jangka panjang.
Menanggapi cabang olahraga yang belum berhasil memenuhi target medali, Erick menegaskan akan memberlakukan kebijakan evaluasi yang ketat. Pemerintah kini menerapkan sistem pendanaan yang berbasis pada target capaian, di mana setiap anggaran yang dialokasikan harus dapat dipertanggungjawabkan melalui hasil nyata di lapangan.
Terkait isu kemandirian cabang olahraga, ia menjelaskan bahwa mekanisme reward dan punishment akan tetap berjalan. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap cabang olahraga memiliki komitmen serius dalam menjalankan program pembinaan. Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang bagi cabang olahraga untuk melakukan perbaikan dan memberikan kesempatan agar mereka dapat meningkatkan performa di masa depan.
Langkah evaluasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh induk cabang olahraga di tanah air untuk bekerja lebih profesional. Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa setiap dukungan anggaran yang disalurkan tepat sasaran demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional melalui prestasi yang konsisten dan terukur.

