Updatekno.id — Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal berlantai tiga di Jalan Asem Gede Timur, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, pada Selasa pagi. Musibah ini mengakibatkan dua orang pemuda yang berada di dalam rumah tewas akibat terjebak kobaran api yang membesar dengan cepat di lantai dua bangunan tersebut.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB ini pertama kali disadari oleh penghuni rumah yang terbangun karena merasakan suhu panas yang ekstrem dari dinding rumah mereka. Saat terbangun, mereka mendapati bahwa api sudah mulai berkobar dan merambat ke beberapa bagian bangunan, terutama di area tangga yang menghubungkan lantai dasar dengan lantai di atasnya.
Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, membenarkan bahwa penghuni rumah menyadari kebakaran setelah merasakan hawa panas pada tembok bangunan mereka. Sumber api pertama kali terdeteksi muncul di bagian bawah tangga lantai dua.
“Penghuni terbangun karena merasa tembok sangat panas, ternyata sudah terjadi penyalaan api di bawah tangga lantai dua,” kata Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, menjelaskan kronologi lebih rinci mengenai awal mula terjadinya kebakaran maut tersebut. Berdasarkan keterangan saksi bernama Ardiansyah dan Jasmine yang saat itu sedang tertidur, mereka tiba-tiba mendengar suara aneh berupa bunyi percikan api dari arah luar kamar mereka.
Ardiansyah kemudian bergegas memeriksa asal suara mencurigakan tersebut dan menemukan bahwa percikan api berasal dari instalasi kabel listrik di lantai dua. Namun, dalam waktu singkat, percikan tersebut berubah menjadi kobaran api yang cukup besar dan mulai membakar material mudah terbakar di sekitarnya, sehingga menutup akses jalan.
Dalam kondisi panik, Ardiansyah sempat berusaha keras untuk menyelamatkan kedua saudaranya, yaitu Muhammad Alpharezy yang berusia 21 tahun dan Muhammad Fadel yang berusia 17 tahun. Kedua korban saat itu diketahui masih berada di dalam kamar mereka di lantai dua rumah tersebut.
Upaya penyelamatan tersebut gagal karena kobaran api sudah terlalu besar dan menutup akses koridor lantai dua, sehingga Ardiansyah tidak berani menerobos dinding api. Karena situasi yang semakin mendesak dan membahayakan keselamatannya, Ardiansyah akhirnya memutuskan untuk segera turun ke lantai bawah guna menyelamatkan diri sembari mencari bantuan.
Sementara itu, kedua korban yang terjebak di lantai dua dan tidak bisa turun ke bawah akhirnya memilih untuk berlindung di dalam kamar mandi lantai dua. Sayangnya, keputusan tersebut justru membuat mereka terperangkap di tengah kepungan asap tebal dan suhu panas yang terus meningkat hingga akhirnya kehilangan nyawa.
Setelah berhasil turun ke tempat yang aman, pihak keluarga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran Jakarta Timur untuk meminta bantuan darurat. Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan kekuatan penuh guna memadamkan kobaran api dan mencegah perambatan ke rumah warga lainnya.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar mandi setelah api berhasil dikendalikan oleh petugas. Evakuasi korban dilakukan segera setelah kondisi di dalam ruangan dinyatakan cukup aman untuk dimasuki oleh tim penyelamat.
“Kedua korban masuk ke dalam kamar mandi lantai dua untuk menyelamatkan diri, namun nyawa mereka tidak tertolong,” jelas Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi.
Sebanyak 50 personel pemadam kebakaran dengan dukungan 10 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman. Petugas membutuhkan waktu hampir dua jam untuk menjinakkan si jago merah sepenuhnya, melakukan pendinginan, dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali di dalam struktur bangunan tiga lantai tersebut.


