Updatekno.id — Perusahaan minyak dan gas bumi yang berbasis di Amerika Serikat, HighPeak Energy Inc., resmi menandatangani perjanjian investasi dengan konsorsium asal Indonesia yang terdiri dari PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Kesepakatan yang diumumkan pada Selasa (6/10) tersebut mencakup komitmen investasi senilai US$450 juta atau setara dengan Rp8,1 triliun dalam bentuk saham preferen. Investasi ini menjadi langkah strategis bagi kedua perusahaan Indonesia dalam memperluas jangkauan operasional di pasar energi global, khususnya di Amerika Utara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dari total nilai investasi tersebut, PT Energi Mega Persada menyuntikkan dana sebesar US$200 juta atau sekitar Rp3,6 triliun, sementara PT Danantara Investment Management berkontribusi sebesar US$250 juta atau sekitar Rp4,5 triliun. Manajemen Energi Mega Persada menyatakan bahwa dana tersebut bersumber dari kas internal perseroan sebagai bagian dari strategi ekspansi anorganik internasional. Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang sekaligus memperoleh sinergi dalam alih teknologi serta praktik operasional hulu di Amerika Utara.

Saham preferen yang diterbitkan oleh HighPeak Energy ini memiliki beberapa ketentuan khusus bagi para investor. Ketentuan tersebut meliputi pembagian dividen tunai kumulatif sebesar 6 persen per tahun yang dibayarkan secara kuartalan. Selain itu, pihak Danantara dan Energi Mega Persada memiliki hak untuk mengonversi saham preferen tersebut menjadi saham biasa kapan saja dengan harga konversi sebesar US$9,5 per lembar saham. Setelah melewati periode tiga tahun, HighPeak Energy juga diberikan hak untuk melakukan penebusan saham preferen dengan tingkat imbal hasil atau internal rate of return sebesar 10 persen bagi para investor.

HighPeak Energy sendiri merupakan perusahaan yang memfokuskan kegiatannya pada pengembangan dan eksplorasi migas di Midland Basin, West Texas. Perusahaan tersebut mencatat rata-rata volume penjualan harian sekitar 45.456 barel ekuivalen minyak per hari pada paruh pertama tahun 2026. Dalam periode yang sama, perusahaan membukukan laba usaha sebesar US$116 juta. Dana segar dari konsorsium Indonesia ini, ditambah dengan fasilitas kredit berbasis reserve-based lending sebesar US$800 juta dari Citibank dan Fifth Third Bank, akan digunakan HighPeak Energy untuk melunasi utang term loan existing yang mencapai US$1,2 miliar.

Pihak Danantara menilai bahwa langkah investasi ini memberikan akses strategis bagi perseroan terhadap portofolio aset yang didominasi oleh minyak di Permian Basin, yang merupakan wilayah penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat. Selain memberikan diversifikasi geografis, transaksi ini dipandang dapat memperkuat kemitraan strategis antara perusahaan-perusahaan energi Indonesia dengan pelaku industri di kancah internasional. Fokus utama dari kerja sama ini mencakup peningkatan kapabilitas teknis dan operasional yang nantinya akan diterapkan dalam pengembangan aset di masa depan.

Analis pasar mencatat bahwa keberhasilan investasi ini akan sangat bergantung pada sumber pendanaan serta biaya modal yang dikeluarkan oleh pihak investor. Mengingat imbal hasil dividen sebesar 6 persen per tahun relatif setara dengan biaya pendanaan, potensi keuntungan investasi ini akan sangat bertumpu pada prospek kinerja dan pergerakan harga saham HighPeak Energy di pasar modal Amerika Serikat. Transaksi ini juga menjadi bagian dari rangkaian aksi korporasi besar yang dilakukan oleh konsorsium tersebut dalam waktu dekat, menyusul rencana pendanaan kepada VKTR Teknologi Mobilitas senilai Rp2 triliun yang sempat diumumkan sebelumnya.

Secara keseluruhan, keterlibatan Danantara dan Energi Mega Persada dalam sektor energi di Amerika Serikat menunjukkan ambisi perusahaan domestik untuk meningkatkan skala bisnis melalui kemitraan global. Meskipun terdapat tantangan dalam dinamika harga komoditas dan biaya operasional, langkah ini dinilai sebagai upaya diversifikasi aset yang signifikan bagi portofolio Energi Mega Persada di tengah upaya perseroan menjaga pertumbuhan berkelanjutan di industri hulu minyak dan gas.