Updatekno.id — Kelompok Houthi asal Yaman kembali melancarkan serangan rudal yang menyasar kawasan Bandara Riyadh di Arab Saudi, mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka dan sejumlah korban harus dilarikan ke fasilitas medis setempat. Insiden tersebut menyasar fasilitas transportasi udara sipil yang saat itu tengah beroperasi melayani aktivitas penerbangan masyarakat.
Seorang sumber diplomatik mengonfirmasi bahwa hantaman proyektil tersebut secara langsung menyasar infrastruktur publik yang digunakan oleh masyarakat umum. Serangan ini menuai sorotan lantaran bandar udara internasional tersebut merupakan simpul transportasi non-militer.
“Kelompok Houthi menyerang sasaran sipil. Bandara Riyadh adalah sasaran sipil,” ujar seorang sumber diplomatik saat memberikan keterangan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak rumah sakit setempat, insiden tersebut mengakibatkan puluhan orang menderita luka fisik, dengan mayoritas korban tercatat sebagai warga negara Arab Saudi. Sedikitnya lima orang korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan harus menjalani perawatan intensif di unit perawatan khusus. Seluruh pasien yang berada dalam penanganan intensif tersebut dipastikan berkewarganegaraan Arab Saudi.
Proses evakuasi medis terhadap para korban berlangsung cepat di tengah kepanikan di lokasi kejadian. Pihak rumah sakit mengungkapkan bahwa beberapa korban yang mengalami cedera parah harus segera dipindahkan menggunakan helikopter darurat guna mempercepat penanganan medis intensif dari lokasi bandara menuju rumah sakit rujukan.
Di sisi lain, otoritas resmi pemerintah Arab Saudi belum merilis konfirmasi resmi terkait laporan serangan proyektil baru maupun rangkaian operasi evakuasi udara yang berlangsung di fasilitas penerbangan tersebut. Kendati demikian, kesaksian dari para penumpang yang berada di terminal penerbangan menegaskan terjadinya ledakan keras saat operasional bandara sedang berjalan.
Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menuturkan detik-detik mencekam ketika ledakan proyektil menghantam gedung terminal. Salah seorang calon penumpang yang sedang menunggu giliran naik pesawat di terminal penerbangan domestik mengaku mendengar dentuman keras yang disusul kepanikan massal di antara para penumpang.
“Saya berada di gerbang 403 di terminal penerbangan domestik. Saya melihat gerbang 401 terkena serangan, saya melihat orang-orang terluka tepat di depan mata saya. Semua orang berlarian,” tutur salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Dampak ledakan tersebut menimbulkan sebaran serpihan material dan pecahan kaca yang melukai para calon penumpang di sekitar titik benturan. Salah seorang kerabat korban mengungkapkan bahwa anggota keluarganya menderita luka robek serius di bagian bahu dan lengan akibat terkena pecahan kaca sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas penyelamat ke rumah sakit terdekat. Penanganan terhadap area terdampak dan para korban luka terus dilakukan oleh pihak terkait pascainsiden tersebut.


