Updatekno.id — Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah menggempur dan melumpuhkan lebih dari 100 fasilitas militer milik kelompok Houthi di Yaman. Serangan udara intensif tersebut dilancarkan sebagai bagian dari dukungan penuh Riyadh terhadap pemerintah Yaman yang sah, di tengah operasi militer skala besar guna meredam pergerakan kelompok yang didukung oleh Iran tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pihak koalisi menegaskan komitmennya untuk terus menyokong kekuatan militer pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Bantuan pengamanan wilayah udara tersebut dikerahkan tanpa henti sepanjang waktu guna membidik sejumlah titik strategis militer di kawasan-kawasan Yaman yang saat ini masih berada di bawah kendali kelompok Houthi.

Juru bicara resmi koalisi militer Arab Saudi, Turki al-Maliki, menyampaikan bahwa langkah terukur ini diambil untuk membatasi ruang gerak dan melucuti persenjataan milisi. Koalisi secara langsung mengincar konsentrasi pasukan maupun persenjataan yang digunakan milisi untuk melancarkan serangan lintas perbatasan.

“Kami sedang melancarkan operasi berskala besar yang menargetkan personel dan kemampuan milisi teroris Houthi. Kami menghancurkan 136 target militer di area-area yang dikuasai oleh milisi teroris Houthi,” tegas Juru Bicara Koalisi Saudi, Turki al-Maliki.

Lebih lanjut, Al-Maliki membeberkan bahwa fokus utama dari gempuran udara ini diarahkan untuk melumpuhkan serta merontokkan seluruh jaringan dan fasilitas peluncur rudal balistik milik Houthi. Penghancuran instalasi persenjataan tersebut dinilai sangat mendesak demi meminimalisasi ancaman tembakan proyektil terhadap wilayah sipil maupun kedaulatan negara tetangga.

Rentetan serangan koalisi ini berjalan beriringan dengan peningkatan intensitas manuver pasukan darat pemerintah Yaman. Pasukan pemerintah tengah melancarkan operasi militer bertajuk ‘Fajar Yaman’, sebuah misi terkoordinasi yang bertujuan untuk merebut kembali wilayah-wilayah kedaulatan Yaman yang sebelumnya diduduki oleh milisi Houthi.

Di sisi lain, media penyiaran yang dikelola oleh Houthi, Almasirah TV, melaporkan bahwa serangkaian hantaman rudal dari pihak koalisi Saudi menyasar beberapa lokasi di wilayah Saada, yang terletak di bagian barat laut Yaman. Wilayah tersebut diketahui menjadi salah satu basis pertahanan kelompok tersebut.

Ketegangan bersenjata antara milisi Houthi dan pemerintah resmi Yaman sendiri tercatat kembali berkobar hebat sejak Juli lalu, sebelum akhirnya eskalasi konflik meluas dan merembet ke kawasan teritorial Arab Saudi. Selain menguasai jalur strategis di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman, Houthi secara aktif melancarkan serangan balasan ke berbagai titik penting di wilayah Saudi.

Serangan yang dilancarkan oleh Houthi terhadap wilayah Arab Saudi tercatat mengandalkan kombinasi drone tempur dan rudal balistik. Serangan-serangan proyektil tersebut tidak hanya mengincar instalasi militer, melainkan turut menyasar simpul transportasi vital, fasilitas minyak dan energi, hingga area fasilitas sipil lainnya.

Sebelum gelombang gempuran koalisi dilancarkan, otoritas Arab Saudi mengumumkan bahwa sedikitnya tiga orang tewas menyusul serangan yang menghantam kawasan bandara di Riyadh. Kelompok Houthi secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas aksi penyerangan terhadap fasilitas transportasi udara di ibu kota Arab Saudi tersebut.

Sementara itu, pihak media Houthi menyatakan sedikitnya dua orang tewas akibat serangan balasan pihak Saudi yang menghantam kawasan bandara di Sanaa, kota yang kini berada di bawah kendali milisi. Eskalasi saling serang ini menandai memuncaknya ketegangan militer di kawasan, sementara koalisi menyatakan kesiapannya melanjutkan operasi guna menekan ancaman milisi secara berkelanjutan.