Updatekno.id — Otoritas penerbangan sipil Kerajaan Arab Saudi mengonfirmasi terjadinya serangan terkoordinasi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh serta Bandara Internasional Abha pada Selasa dan Rabu (7/10/2026). Insiden keamanan serius ini dilaporkan telah mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan 36 orang lainnya mengalami cedera dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Para korban tewas dalam serangan tersebut diidentifikasi sebagai seorang warga negara Mesir, seorang warga negara Aljazair, dan seorang warga negara Sudan. Seluruh korban yang terluka telah dievakuasi ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan penanganan medis intensif akibat dampak serangan yang tidak hanya menyasar fasilitas vital, namun juga menyebabkan kerusakan material yang cukup signifikan di kedua lokasi bandara tersebut.

“Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid menjadi sasaran serangan yang menargetkan fasilitas mereka,” ujar otoritas penerbangan sipil Arab Saudi dalam pernyataan resminya.

Kelompok pemberontak Houthi di Yaman secara terbuka mengklaim tanggung jawab atas serangkaian serangan tersebut. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui unggahan di platform media sosial X, menyebutkan bahwa pihaknya menggunakan pesawat nirawak dan rudal balistik untuk menargetkan Bandara Abha serta Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait. Pihak Houthi mengklaim bahwa serangan yang mereka luncurkan mengenai target dengan akurat.

Menanggapi serangan tersebut, koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan bahwa mereka telah melakukan upaya pertahanan udara. Koalisi menegaskan bahwa pihaknya berhasil mencegat rudal yang diarahkan ke Riyadh. Selain itu, pihak koalisi juga mengklaim telah menghancurkan platform peluncuran rudal balistik yang digunakan oleh kelompok Houthi dalam operasi serangan tersebut.

Ketegangan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi memang terus memanas di tengah konflik perebutan wilayah di Yaman. Kelompok Houthi diketahui sering melancarkan serangan lintas batas sebagai bagian dari perlawanan mereka terhadap pasukan pro-pemerintah yang didukung oleh Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya. Serangan terbaru ini menandai eskalasi konflik yang berdampak langsung pada keselamatan warga sipil di fasilitas publik.

Hingga saat ini, proses pemulihan operasional di kedua bandara tersebut terus dilakukan oleh otoritas terkait. Meskipun pihak Houthi telah memberikan klaim mengenai keberhasilan operasi mereka, belum ada keterangan lebih lanjut dari kelompok tersebut terkait respons terhadap pernyataan resmi dari otoritas Arab Saudi maupun koalisi. Situasi di wilayah perbatasan Yaman dan Arab Saudi tetap dalam pemantauan ketat menyusul insiden mematikan tersebut.