Updatekno.id — Kepulan asap hitam tebal membubung tinggi di kawasan Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, pada Kamis pagi waktu setempat setelah sebuah pesawat komersial milik maskapai nasional Saudi Airlines dilaporkan terkena hantaman proyektil rudal. Insiden mematikan tersebut mengakibatkan seorang kapten pilot gugur di lokasi kejadian, sementara badan pesawat hangus terbakar hebat saat tengah terparkir di area apron bandara.
Serangan mendadak yang mengejutkan publik internasional itu diklaim secara sepihak oleh kelompok pemberontak Houthi asal Yaman. Sejumlah saksi mata di sekitar bandara menuturkan bahwa api berkobar dengan cepat sesaat setelah ledakan mengguncang sebuah pesawat jet berbadan sempit jenis Airbus A320 yang tengah bersiap di lapangan parkir bandara.
Rekaman video amatir serta foto dokumentasi yang beredar cepat di berbagai platform media sosial memperlihatkan kolom asap tebal yang membubung ke angkasa dari titik landasan. Berbagai analisis verifikasi visual independen memastikan lokasi kejadian berada di Bandara Riyadh, setelah mencocokkan lanskap bangunan terminal, tata letak tiang lampu apron, serta pola marka landasan pacu dengan data citra satelit terkini.
Beberapa situs pemberitaan aviasi global melaporkan armada Airbus A320 tersebut mengalami kerusakan struktural parah akibat ledakan yang disusul kobaran api hebat. Kondisi pesawat yang hangus menyisakan kerangka logam menjadi bukti dahsyatnya benturan amunisi yang menyasar kompleks penerbangan sipil utama di ibu kota Arab Saudi tersebut.
Menanggapi insiden yang beredar luas di ruang publik, pihak maskapai Saudi Airlines akhirnya angkat bicara dan mengonfirmasi peristiwa tragis tersebut. Pihak maskapai membenarkan bahwa seorang penerbang bernama Kapten Hampud Ali Al-Kalthami meninggal dunia akibat serangan yang mengenai armada mereka di lapangan terbuka bandara.
“Maskapai mengatakan salah satu pesawat rusak ketika berada di lapangan bandara, namun tak ada penumpang di dalamnya,” sebut keterangan resmi pihak Saudi Airlines sebagaimana dilaporkan Al-Arabiya.
Ketiadaan penumpang di dalam kabin saat rudal menghantam menjadi faktor utama terhindarnya korban jiwa massal dari kalangan masyarakat umum, mengingat armada tersebut sedang berada dalam status transit dan parkir di darat. Kendati tidak ada penumpang sipil yang terdampak, wafatnya sang kapten pilot menimbulkan duka mendalam bagi industri penerbangan sipil Arab Saudi.
Peristiwa ini menandai eskalasi militer baru dalam perseteruan regional di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi sendiri hingga kini masih memimpin koalisi militer pro-pemerintah yang aktif memerangi kelompok pemberontak Houthi dalam pusaran perang saudara Yaman yang berkepanjangan.
Milisi Houthi yang disokong Iran tercatat telah berulang kali melancarkan serangan lintas batas yang menargetkan wilayah Riyadh sejak eskalasi konflik kembali memanas pada bulan Juli lalu. Kelompok pemberontak tersebut sebelumnya telah bersumpah untuk terus melumpuhkan berbagai infrastruktur strategis serta mengganggu stabilitas wilayah udara dan mobilitas penerbangan sipil Arab Saudi.


