Updatekno.id — Singapura kini tengah dikepung kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia, sehingga menyebabkan kualitas udara di negara kota tersebut merosot tajam ke tingkat yang tidak sehat pada Jumat pagi. Penurunan kualitas udara ini ditandai dengan lonjakan indeks standar polutan yang terus merangkak naik sejak beberapa hari terakhir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura atau National Environment Agency pada pukul sepuluh pagi waktu setempat, angka Pollutant Standards Index atau indeks standar polutan 24 jam di wilayah pusat Singapura telah menyentuh angka 173. Angka tersebut tercatat sebagai tingkat polusi tertinggi yang terjadi sepanjang musim kabut asap pada tahun ini.

Selain di wilayah pusat kota, penurunan kualitas udara yang signifikan juga dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Singapura lainnya. Indeks polusi di beberapa titik pemantauan menunjukkan angka yang berkisar antara 117 hingga 166, yang semuanya diklasifikasikan masuk ke dalam kategori tidak sehat bagi masyarakat umum.

Merujuk pada standar pengukuran kesehatan lingkungan, angka indeks standar polutan 24 jam dikategorikan tidak sehat apabila berada di kisaran 101 hingga 200. Sementara itu, kualitas udara dikategorikan sangat tidak sehat jika indeks berada pada rentang 201 hingga 300, dan akan dikategorikan berbahaya bagi kesehatan jika melampaui angka 300.

Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, pihak National Environment Agency mengimbau seluruh warga Singapura untuk terus memantau pembaruan tingkat konsentrasi partikel halus PM2.5 setiap jam sebelum memutuskan beraktivitas di luar ruangan. Langkah antisipasi ini dinilai sangat penting guna meminimalkan risiko gangguan pernapasan yang disebabkan oleh paparan partikel berbahaya tersebut.

Bagi masyarakat yang berada dalam kondisi sehat, otoritas lingkungan setempat menyarankan agar mereka segera mengurangi aktivitas fisik yang berat di luar ruangan selama satu jam ke depan apabila kadar PM2.5 terpantau melonjak tinggi. Upaya ini dilakukan untuk mencegah masuknya partikel debu halus secara berlebihan ke dalam organ pernapasan.

Imbauan yang jauh lebih ketat diberlakukan bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap polusi udara, seperti warga lanjut usia, wanita hamil, anak-anak, serta individu yang memiliki riwayat penyakit jantung atau paru-paru kronis. Kelompok rentan ini disarankan untuk sepenuhnya menghindari segala bentuk aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

Mengenai asal-usul kabut asap tersebut, pemantauan satelit menunjukkan adanya kepulan asap berskala sedang hingga tebal yang berasal dari wilayah Sumatra bagian selatan dan tengah, serta dari wilayah Kalimantan Barat, Indonesia. Angin kencang yang bertiup dari arah tenggara dan selatan mempercepat pergerakan kabut asap melintasi selat menuju wilayah Singapura.

Pihak National Environment Agency memperkirakan bahwa pergerakan angin ini akan terus membawa material asap kebakaran hutan ke wilayah Singapura dalam beberapa waktu ke depan. Akibatnya, kondisi udara dengan skala indeks sedang hingga agak tidak sehat diproyeksikan masih akan membayangi negara tetangga tersebut jika titik-titik api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.