Updatekno.id — Pebalap tim Yamaha asal Spanyol, Alex Rins, terlibat insiden kurang terpuji saat menjalani sesi latihan bebas Practice dalam gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Jumat (9/10). Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, Rins terlihat melakukan gestur tidak pantas dengan mengacungkan jari tengah ke arah sekelompok marshal yang sedang bertugas di pinggir lintasan.
Insiden tersebut bermula ketika pebalap berusia 30 tahun itu mengalami kecelakaan menjelang akhir sesi Practice. Berdasarkan regulasi teknis MotoGP yang berlaku, setiap motor yang mesinnya mati setelah terjatuh tidak diperbolehkan untuk dinyalakan kembali oleh pebalap di area lintasan. Aturan mewajibkan pebalap untuk segera mengevakuasi motornya menuju jalur yang telah ditentukan agar tidak mengganggu jalannya sesi balapan yang masih berlangsung.
Permasalahan muncul karena sisa waktu sesi latihan tinggal menyisakan dua menit, sehingga Rins tidak memiliki cukup waktu untuk membawa motornya kembali ke area paddock dengan cara normal. Sebuah video yang diunggah oleh kreator konten asal Indonesia, @_dewinv, menunjukkan Rins sempat mendapatkan bantuan tumpangan menggunakan skuter milik salah satu marshal untuk kembali ke paddock. Namun, perjalanan tersebut terhambat setelah dua marshal lainnya menghentikan laju skuter tersebut.
Adu mulut sempat terjadi antara pihak yang terlibat di lokasi kejadian. Rekan marshal yang membonceng Rins tampak melayangkan protes atas tindakan rekan-rekannya yang menghentikan skuter tersebut. Dalam situasi emosional, Rins kemudian turun dari skuter dan secara terang-terangan mengacungkan jari tengah kepada marshal yang menghalangi perjalanannya. Setelah insiden tersebut, Rins akhirnya meninggalkan area itu dengan menumpang kendaraan seorang fotografer yang kebetulan melintas di sekitar lokasi.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik tindakan marshal yang menghentikan skuter tersebut, maupun motif Rins melakukan gestur kasar. Dalam sesi wawancara dengan media setelah sesi berakhir, Rins tidak memberikan keterangan atau membahas kejadian tersebut. Pihak pengawas balapan atau steward FIM juga belum mengeluarkan catatan resmi terkait insiden ini, sehingga belum diketahui apakah tindakan Rins akan masuk dalam daftar investigasi.
Perilaku terhadap marshal merupakan isu sensitif dalam dunia balap MotoGP. Sejarah mencatat sejumlah pebalap pernah menerima sanksi berat akibat tindakan tidak hormat kepada petugas lintasan. Marco Bezzecchi, misalnya, pernah dijatuhi hukuman skorsing setelah memukul marshal di area gravel trap, sementara Fabio Quartararo pernah mendapatkan denda serta larangan mengikuti sesi FP1 selama 10 menit akibat berperilaku tidak pantas di MotoGP Prancis tahun 2025.
Mengingat preseden hukuman di masa lalu, tindakan Alex Rins di Mandalika berpotensi memicu diskusi di kalangan otoritas balap mengenai disiplin dan etika pebalap. Meski belum ada kepastian mengenai sanksi yang akan dijatuhkan, pengawas balap biasanya meninjau rekaman insiden untuk menentukan apakah perilaku tersebut melanggar kode etik dan sportivitas yang dijunjung tinggi dalam kejuaraan dunia MotoGP. Komunitas balap kini menunggu keputusan resmi terkait nasib sang pebalap menyusul insiden kontroversial tersebut.


