Updatekno.id — Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerima kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat. Pertemuan bilateral dua menteri kabinet tersebut digelar dalam rangka mematangkan rencana strategis integrasi penyediaan energi ramah lingkungan pada kawasan permukiman masyarakat.
Dalam agenda pertemuan itu, kedua pihak memfokuskan pembahasan pada cetak biru pembangunan kawasan perumahan yang langsung dilengkapi dengan infrastruktur jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga serta pasokan daya listrik berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Konsep hunian terpadu ini nantinya akan diimplementasikan secara bertahap pada sejumlah proyek perumahan yang tengah dirancang pengembangannya oleh Kementerian PKP.
“Tadi kita membahas tentang konsep pembangunan perumahan yang akan memakai jaringan gas dan listrik yang berbasis PLTS di beberapa kawasan yang akan dikembangkan oleh Pak Menteri Perumahan,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Fasilitas jaringan gas dinilai mampu mengefisienkan pasokan bahan bakar harian bagi penghuni, sementara pemanfaatan PLTS atap maupun terpusat sejalan dengan agenda transisi energi nasional yang tengah digencarkan pemerintah di berbagai sektor riil, termasuk lingkungan permukiman rakyat.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa penerapan model perumahan mandiri energi tersebut diproyeksikan berlokasi di dekat kawasan-kawasan industri. Pendekatan ini ditujukan untuk mempermudah akses hunian bagi para pekerja industri sekaligus menekan beban transportasi harian mereka. Saat ini, kementerian terkait tengah mematangkan regulasi dan studi kelayakan secara mendalam.
“Jadi bagaimana juga itu akan ada suatu lompatan-lompatan yang besar dalam penyiapan rumah, nanti juga bekerja sama dengan para investor sehingga bisa didesain dari awal dengan baik,” kata Maruarar Sirait.
Maruarar, yang akrab disapa Ara, memaparkan bahwa pemerintah telah memetakan beberapa wilayah potensial untuk dijadikan lokasi proyek percontohan awal dari skema integrasi perumahan dan energi tersebut. Lokasi-lokasi tersebut tersebar mulai dari wilayah Maluku Utara, Kabupaten Tangerang di Banten, hingga Kabupaten Bekasi di Jawa Barat.
Selain lokasi-lokasi itu, Maruarar juga menyebut kawasan Meikarta di Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari rencana percontohan, yang memanfaatkan hibah lahan seluas 30 hektare dari Lippo. Menurutnya, pembiayaan dan pengerjaan pembangunan nantinya akan dijalankan sesuai mandat Presiden melalui koordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Danantara, yang melibatkan Rosan Roeslani dan Dony Oskaria.
Ara menekankan bahwa integrasi bersama Danantara, kementerian teknis, serta para mitra investor menjadi bagian dari perumusan langkah-langkah strategis pemerintah. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat menciptakan terobosan nyata sekaligus mempercepat penyediaan hunian layak huni yang modern dan hemat energi bagi seluruh lapisan masyarakat.

