Updatekno.id — Sebanyak sebelas warga sipil diamankan oleh petugas keamanan gabungan setelah diduga mengoperasikan markas judi online di dalam kompleks perumahan dinas KPAD Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Penangkapan tersebut dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat setempat yang mencurigai aktivitas tidak biasa di salah satu rumah dinas di lingkungan militer tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Seluruh terduga pelaku yang diamankan merupakan warga sipil yang terdiri atas enam orang laki-laki dan lima orang perempuan. Dalam penggerebekan tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan untuk menunjang aktivitas ilegal tersebut, termasuk puluhan unit komputer dan telepon seluler.

“Dari 11 orang yang diamankan, seluruhnya merupakan warga sipil. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan, yang selanjutnya dibawa ke Denpom untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait aktivitas yang dilakukan di lokasi tersebut,” kata Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat tersebut menjelaskan bahwa kesebelas orang tersebut diduga kuat berperan sebagai operator dalam jaringan judi online tersebut. Selain mengamankan para pelaku, petugas di lapangan menyita barang bukti berupa 32 unit komputer, 14 unit telepon seluler, serta sembilan buah kartu tanda penduduk milik para terduga pelaku.

Penyelidikan kasus ini bermula dari kepedulian warga sekitar yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di salah satu rumah di lingkungan KPAD Cijantung pada Minggu (4/10/2026). Warga kemudian melaporkan kecurigaan tersebut kepada aparat keamanan setempat untuk ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Menanggapi laporan warga, personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Petugas langsung mengamankan tempat kejadian perkara beserta seluruh barang bukti yang ditemukan di dalam rumah dinas tersebut guna mencegah hilangnya petunjuk penting.

Sebagai langkah pengamanan lebih lanjut, petugas langsung memasang garis polisi di sekeliling rumah dinas yang menjadi lokasi kejadian. Selain itu, aliran listrik ke rumah tersebut juga dipadamkan sementara waktu guna kepentingan penyelidikan dan pengamanan area oleh pihak berwenang.

Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa penindakan tegas ini merupakan bagian nyata dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu pemerintah memberantas praktik judi online di tanah air. Pihak TNI AD tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk penyalahgunaan fasilitas militer untuk kegiatan melanggar hukum.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebelumnya juga telah menegaskan komitmennya untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat jika dugaan tersebut terbukti benar. Maruli memastikan bahwa jajaran TNI Angkatan Darat akan merespons cepat setiap laporan masyarakat mengenai pelanggaran hukum di wilayahnya.

“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat,” ujar KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Penanganan kasus ini kini tengah berjalan secara intensif guna mengungkap aktor intelektual di balik jaringan judi online yang memanfaatkan fasilitas perumahan dinas militer tersebut. Kerja sama antara aparat militer dan kepolisian terus diperkuat untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan tuntas sesuai aturan yang berlaku.