Updatekno.id — Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung mengambil tindakan tegas menyusul adanya laporan mengenai sebuah rumah dinas di Kompleks KPAD Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diduga kuat telah dialihfungsikan menjadi markas operasi judi online. Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan oleh jajaran TNI Angkatan Darat guna mengungkap secara tuntas aktivitas ilegal tersebut serta keterlibatan pihak-pihak terkait, baik dari kalangan warga sipil maupun oknum aparat.
Kasus ini pertama kali terungkap setelah adanya laporan dari warga sekitar yang menaruh kecurigaan mendalam terhadap aktivitas tidak wajar di lingkungan hunian militer tersebut. Warga setempat yang peduli dengan keamanan lingkungan kemudian melaporkan kecurigaan mereka kepada pihak berwenang karena melihat adanya mobilitas yang tidak biasa serta peralatan elektronik dalam jumlah besar yang dimasukkan ke dalam salah satu rumah dinas.
Informasi mengenai dugaan markas judi online ini juga sempat menjadi viral di berbagai platform media sosial setelah sebuah rekaman video beredar luas ke publik. Dalam video yang diunggah oleh salah satu akun media sosial tersebut, terlihat situasi di dalam sebuah ruangan yang dipenuhi oleh perangkat komputer yang sedang aktif, lengkap dengan beberapa orang yang tampak sibuk mengoperasikannya, yang diduga kuat direkam pada hari Minggu awal Oktober.
Merespons laporan masyarakat dan informasi yang beredar di dunia maya, personel dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0505/Jakarta Timur bersama dengan unsur kewilayahan setempat langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Petugas gabungan segera melakukan penggerebekan dan mengamankan tempat kejadian perkara guna mencegah adanya upaya penghilangan barang bukti oleh para pelaku yang berada di dalam rumah tersebut.
Dalam penindakan di lokasi, petugas berhasil mengamankan sebanyak 11 orang warga sipil yang kedapatan berada di dalam rumah dinas tersebut saat aktivitas berlangsung. Dari total belasan orang yang ditangkap, diketahui terdiri atas enam orang laki-laki dan lima orang perempuan, yang seluruhnya diduga kuat berperan sebagai operator untuk menjalankan situs judi online dari markas tersebut.
Selain mengamankan belasan orang terduga pelaku, petugas di lapangan juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan untuk menunjang operasional ilegal tersebut. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain berupa 32 unit komputer berspesifikasi tinggi, 14 unit telepon seluler, serta sembilan buah Kartu Tanda Penduduk milik para pekerja yang berada di lokasi kejadian untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sebagai langkah pengamanan awal dan untuk kepentingan penyelidikan yang objektif, petugas langsung memasang garis polisi di sekeliling rumah dinas tersebut. Selain itu, aliran listrik ke rumah dinas yang menjadi lokasi kejadian juga dipadamkan secara total guna mengantisipasi adanya upaya manipulasi data elektronik secara jarak jauh atau tindakan sabotase lainnya.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengonfirmasi bahwa seluruh warga sipil yang diamankan di lokasi langsung dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) Jaya. Langkah ini diambil untuk mempermudah proses pemeriksaan intensif serta mendalami secara menyeluruh bagaimana aktivitas ilegal tersebut bisa berjalan di lingkungan militer.
“Dari 11 orang yang diamankan, seluruhnya merupakan warga sipil. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan, yang selanjutnya dibawa ke Denpom untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait aktivitas yang dilakukan di lokasi tersebut,” ujar Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono.
Penyelidikan kasus ini dipastikan tidak hanya berhenti pada warga sipil saja, melainkan juga menyasar kepada kemungkinan adanya keterlibatan oknum internal TNI AD yang menguasai atau menyewakan rumah dinas tersebut. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang mendalami kasus tersebut secara serius dan menyeluruh tanpa pandang bulu.
Mayjen Muhammad Nas menyatakan bahwa proses pemeriksaan saat ini sedang berjalan dan menyasar kepada semua pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan keberadaan markas judi online tersebut. Penyelidikan ini juga dilakukan untuk mengetahui bagaimana fasilitas dinas militer bisa disalahgunakan oleh pihak luar untuk kegiatan yang melanggar hukum negara.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut memberikan tanggapan tegas mengenai insiden penyalahgunaan rumah dinas ini. Jenderal Maruli memberikan jaminan bahwa TNI Angkatan Darat tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk pelanggaran hukum, khususnya aktivitas judi online yang tengah diperangi oleh pemerintah.
“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat,” tegas Jenderal TNI Maruli Simanjuntak terkait komitmen institusinya dalam memberantas praktik judi online.
Penindakan tegas terhadap dugaan markas judi online di Kompleks KPAD Cijantung ini menjadi bukti nyata dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung program pemerintah memberantas judi online secara nasional. Pihak TNI AD juga mengimbau masyarakat untuk tetap proaktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang terjadi di lingkungan sekitar fasilitas militer guna menjaga integritas dan ketertiban bersama.


